Punuk yang merindukan bulan

Bagai punuk yang merindukan bulan..
Sungguh, kalimat ini sangat tidak asing di telinga.. Akan tetapi, ketika itu dirasakan dalam keadaan nyata, bukanlah hal yang mudah untuk mengatasi rasanya..

Bulan yang indah, yang biasa dilukiskan menjadi perhiasan di malam hari.. Kadang terlalu sulit untuk diraih.. Bulan yang begitu sempurna, bersinar indah menerangi gelapnya malam.. Bulan yang disukai semua orang, bulan yang membuat para perindunya sangat terpesona..

Akan tetapi bulan itu jauh, sulit untuk diraih dan dijangkau.. Bulan yang hanya memancarkan keindahan, bulan yang hanya mengikuti kecintaannya untuk melakukan tugas mulianya, mengelilingi bumi dan menerangi gelapnya malam hari..

Sungguh, bulan yang indah hanya angan bagi perindunya, sebuah punuk, yang hanya bisa berharap untuk bisa menjangkaunya.. Kenyataannya, sang perindu hanya bisa terpesona dan memuja sang rembulan dari kejauhan.. Sungguh sedih menjadi punuk itu, berharap untuk suatu hal yang tidak mungkin..

Bagai punuk yang merindukan bulan..
Pedih..
Sungguh pedih..

Mungkin sudah saatnya kau melepaskan bulanmu itu, bulanmu terlalu indah untuk dirindukan.. Kau tidak pernah cukup indah untuk bisa merindukan sang penerang malam..
Terimalah kenyataan.

#randompost xD

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s