Fransiscus Xaverius Nicholaus Watta, seorang satpam di Fasilkom yang kami wawancarai ini lebih akrab dipanggil Pak Frans. Pak Frans baru menjadi satpam sekitar 1 bulan karena sebelumnya bekerja di sekretariat Fasilkom. Pak Frans lahir pada tanggal 9 Desember 1964 di Jakarta, tepatnya di daerah Tanjung Priok, Warakas. Ketika beliau masih balita, hobinya cukup aneh, yaitu makan pecahan genting, benar-benar hobi yang aneh bukan? Untungnya ketika sudah dewasa, hobi Pak Frans sudah wajar, misalnya olahraga, yaitu bulu tangkis, sepak bola dan tentunya memancing. Untuk hobi yang satu ini, Pak Frans benar-benar menyediakan waktu luangnya untuk terjun langsung ke berbagai tempat pemancingan. Kulitnya makin menghitam karena memancing, katanya. Padahal waktu beliau dilahirkan, beliau merupakan bayi putih yang lucu dan di pakaikan baju pink oleh orangtuanya. Pak Frans memliki keluarga yang tersebar dari ujung barat sampai ujung timur Indonesia, mereka ada yang di Aceh, tapi juga ada yang di Papua. Keluarga ibunda dari Pak Frans merupakan keluarga yang besar, sekitar 13 bersaudara, dan semuanya sampai sekarang masih hidup semua. Sungguh luar biasa. Sedangkan Pak Frans sendiri 8 bersaudara dan beliau merupakan anak ke-2, anak lelaki pertama di keluarganya. Sayangnya, dari 8 bersaudara ini, hanya 5 saja yang sekarang masih hidup.
Pak Frans dan keluarganya tinggal di Bojong, tepatnya di Puri Citayem Permai. Istrinya bernama Fransisca Sri Suprapti, sebelum menikah namanya hanya Sri Suprapti, tapi setelah menikah dengan Pak Frans, namanya ditambah Fransisca di depan nama aslinya. Dari pernikahannya, Pak Frans dan istri dikaruniai 3 orang anak, istilah Pak Frans “sendang ngapit pancoran” yang artinya 2 perempuan mengapit 1 anak laki-laki. Anaknya yang pertama dilahirkan pada tahun 1992 dan sekarang sudah duduk di kelas 3 SMA, namanya Fransisca Sri Alfaberta. Nama berta kalau kata Pak Frans, diambil dari nama neneknya, Sri dari nama ibunya dan Fransisca hasil pemberian nama oleh bapaknya. Anak laki-laki sendirian di keluarganya yang bernama Fransiscus Andreas Stefanus, dilahirkan pada tahun 1996, dan baru saja mencicipi rasa menjadi anak SMP. Untuk nama Andre ini diberikan langsung oleh Berta ketika Andre masih didalam kandungan ibunya. Kemudian anak bungsunya, Fransisca Kristiana Mega lahir pada tahun 1999 dan sekarang masih duduk di sekolah dasar kelas 5.
Orang tua Pak Frans memang pekerjaannya berlayar, sampai akhirnya mereka memutuskan untuk berhenti berlayar dan menetap di Jakarta dan akhirnya ayah beliau mendapat tawaran kerja di Pusilkom (di FKUI, salemba). Setelah Pak Frans tamat SMP, beliau ingin sekali meneruskan pendidikannya di STM Grafika, tapi kata teman Bapaknya, “Janganlah kau masuk STM, masuk SMA saja!”. Berulang kali hal itu diucapkan, hingga akhirnya Bapaknya juga berpikiran seperti itu dan mendesak Pak Frans untuk masuk SMA. Pak Frans akhirnya menempuh pendidikan di SMA 2 Jakarta. Ketika tahun ke-2nya berakhir, penjurusan pun dimulai. Pak Frans ingin masuk IPA tentunya, tapi keinginannya terhambat oleh tradisi keluarganya. Karena kakaknya juga sedang penjurusan, kemudian tradisi dalam keluarga Pak Frans, yaitu harus masing-masing seorang per jurusan, sehingga akhirnya diundi, dan ternyata nama Pak Frans lah yang keluar untuk masuk IPS. Pada awalnya beliau merasa kecewa karena dia lebih menyenangi untuk mengotak-ngatik mesin daripada harus menghafal, tapi apa mau dikata, dia harus menerima keputusan tersebut. Untuk mengatasi kekecewaannya, Pak Frans memutuskan untuk mengambil sebuah cara yang menurut kami sangat membuat keteter, yaitu dia bersekolah dua kali. Pada pagi hari dia memang bersekolah di SMA 2 dan mengambil jurusan IPS, tapi pada siang harinya, dia bersekolah di SMA 56, daerah Tegal Alur, dia mengambil jurusan IPA. Selain itu, hebatnya Pak Frans lagi, ketika beliau masih SMA sudah bisa mencari uang sendiri yaitu dengan cara mengajar Mukhlis, anak seorang Pak Haji di Kalideres, yang menjual jaket kulit bermerk Seiko (terkenal di kala itu). Selain mengajar, Pak Frans juga disuruh menagih uang penjualan jaket kulit, sehingga penghasilannya saat itu sudah sangat lumayan.
Pada tahun 1986, Pak Frans sebenarnya ingin masuk ke Pusilkom dan bekerja disana, seperti apa yang di janjikan oleh teman Bapaknya ketika dia disuruh masuk SMA. Tapi karena suatu hal, Pak Frans tidak jadi masuk ke Pusilkom dan melanjutkan pendidikannya di Universitas Borobudur. Dia mengambil jurusan Ekonomi. Tapi sayangnya hanya sampai semester 5 karena Pak Frans salah bergaul, tepatnya kebanyakan main, karena ketika dia kuliah, Pak Frans menjadi anak mobil. Walaupun beliau tidak berhasil melanjutkan pendidikan tingginya, dia berjanji pada dirinya sendiri untuk membuat adik-adiknya berhasil dibanding beliau. Oleh karenanya, selama ia bekerja, dia bertekad untuk membiayai adik-adiknya, dan usaha Pak Frans juga tidak sia-sia. Sekarang salah seorang adik Pak Frans menjadi orang berhasil, dia membawahi 3 direktur di Gramedia. Sungguh pencapaian yang luar biasa.
Pak Frans memang baru 1 bulan menjadi satpam di Fasilkom, tapi bukan berarti beliau hanya memiliki sedikit pengalaman karena dia telah sangat lama ada di Fasilkom, sejak Fakultas ini didirikan yaitu tahun 1993. Beliau bekerja di sekretariar Fasilkom pada bagian pencarian beasiswa bagi para mahasiswa yang membutuhkan. Banyak sekali pengalaman Pak Frans dalam hal ini. Oleh karenanya, banyak sekali mahasiswa yang sangat berterima kasih kepada Pak Frans karena beliau telah banyak menolong mereka. Kami, kelompok 8, yang mewawancarai Pak Frans, sangat senang mewawancarai beliau, karena di samping beliau orangnya sangat menyenangkan, beliau juga mempunyai kisah hidup yang bisa memberikan kita pelajaran berharga dalam menjalani hidup di kemudian hari. Terima kasih Pak Frans.
Posted by Ikhma Hariyanti on October 11, 2008 at 11:36 am
ehh ada ipeh..
kunjungi blog gw yaa..
Posted by TaMie on October 11, 2008 at 4:05 pm
e..e.. ada ifa toh?
knpa namaku di blogroll dicoret bgitu? hhe. aku link ya..
hmm… comment postingan ini cuma 1,
“ya ampun.. keluarganya pak frans, frans banget sih!”
^^
Posted by latifaah on October 11, 2008 at 4:13 pm
hehee,,
fitria ya?
namanya juga baru bikin,, jadi baru dikit commentnya,,haha
gak tau dari sananya, dicoret2 gitu,
mantan guru kali yang bikin ginian, makanya coret2 mulu,,hehe
Posted by shandyy on October 26, 2008 at 2:31 pm
aslm..
Mampirr..
di blogroll, punya gw koq dicoret gt ya..? huhu
Posted by latifaah on October 26, 2008 at 2:54 pm
tuh kan, smua orang bilang namanya dicoret,
gak tau shandy, itu emang dari sananya,,hehe
Posted by roy on November 6, 2008 at 6:23 pm
salam kenal